Bahanbaku yang digunakan sebagai media dalam budidaya jamur tiram putih dapat berupa batang kayu yang sudah kering, jerami, serbuk gergaji, campuran serbuk gergaji dan jerami, ataupun alang-alang (Cahyana,1997).Jamur tiram termasuk organisme heterotrofik, yaitu organisme yang tidak dapat mencukupi kebutuhannya sendiri, sehingga perlu ditambahkan bahan-bahan tambahan seperti bekatul sebagai
Budidaya Jamur tiram – merupakan salah satu jamur favorit yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Selain karena rasanya yang enak, diversifikasi pengolahan jamur tiram semakin beraneka ragam. Jamur tiram dapat diolah menjadi jamur krispi, tumis, pepes, nugget, dan masih banyak tiram Pleurotus ostreatus termasuk jamur makroskopis atau jamur yang dapat dilihat dengan kasat mata. Jamur ini dikelompokkan ke dalam jamur jenis jamur Basidiomycota memiliki tubuh buah besar seperti payung, memiliki batang, akar dan tubuh buah, memiliki warna yang bervariasi, memiliki tekstur halus, kasar, dan tiram juga memiliki kandungan gizi yang tinggi antara lain protein, asam lemak tidak jenuh, vitamin, dan mineral yang sangat berguna bagi penasarankan jamur tiram itu seperti apa? Mau tahu cara budidaya jamur tiram? Simak tulisan berikut Daftar Isi1 Media Tanam Jamur Tiram2 Serbuk Kayu/ Gergaji3 Bekatul atau Dedak Padi4 Kapur Pertanian5 Cara Budidaya Jamur Tiram6 Pembuatan Kubung7 Pembuatan Baglog Jamur Tiram8 Sterilisasi9 Pendinginan10 Inokulasi Bibit11 Inkubasi12 Panen Budidaya Jamur Tiram PutihMedia Tanam Jamur penting yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur adalah media tanam baglog. Apa saja komposisi media tanam yang baik untuk jamur tiram? Media tanam jamur tiram terdiri dari bahan baku dan bahan baku yang digunakan yaitu sebuk kayu/gergaji. Bahan tambahan yang digunakan yaitu bekatul/dedak padi dan media tanam/baglog jamur tiram harus ada bahan tambahan? Hal ini dikarenakan nutrisi yang terdapat pada serbuk gergaji kayu lebih rendah daripada media karena itu, serbuk gergaji kayu harus ditambahkan dengan konsentrat dan berbagai bahan lain agar nutrisi bisa mendekati kualitas media JUGA MACAM MACAM SAYURANSerbuk kayu yang pada umumnya digunakan sebagai media jamur tiram mengandung selulosa 49,40 %, hemiselulosa 24,59%, lignin 26,8 %, abu 0,60 %, silika 0,20%.Jamur memperoleh makan dengan menyerap molekul makanan dari alam sekitar. Hal ini dikarenakan jamur tidak mempunyai klorofil, sehingga untuk hidupnya memerlukan sumber bahan tiram termasuk dalam jenis jamur kayu yang dapat tumbuh baik pada kayu lapuk dan mengambil bahan organik yang ada di karena itu, budidaya jamur jenis ini dapat menggunakan kayu atau serbuk gergaji sebagai media ini komposisi media tanam jamur tiramSerbuk Kayu/ kayu/gergaji merupakan bahan baku pembuatan media tanam baglog. Serbuk gergaji/kayu yang dipakai untuk tempat tumbuh jamur memiliki kandungan karbohidrat, serat lignin, dan kayu/gergaji yang baik untuk dibuat sebagai bahan media tanam adalah dari jenis kayu yang keras sebab kayu yang keras banyak mengandung selulosa. Selulosa merupakan bahan yang diperlukan oleh jamur dalam jumlah penggunaan serbuk kayu sebagai media antara lain mudah diperoleh dalam bentuk limbah sehingga harganya relatif murah, mudah dicampur dengan bahan-bahan lain, pelengkap nutrisi, serta mudah dibentuk dan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memiliki serbuk kayu untuk pembuatan media tanam jamur tiram. Beberapa jenis kayu ada yang berguna dan membantu pertumbuhan jamur, tetapi ada pula yang yang dibutuhkan bagi pertumbuhan jamur antara lain karbohidrat, lignin, dan serat, sedangkan faktor yang menghambat antara lain adanya getah dan zat ekstraktif zat pengawet alami yang terdapat pada kayu.Oleh sebab itu jenis serbuk kayu yang dipakai untuk budidaya jamur sebaiknya berasal dari jenis kayu yang tidak banyak mengandung zat pengawet alami, tidak busuk dan tidak ditumbuhi oleh jamur atau kapang kayu yang baik digunakan untuk budidaya jamur adalah jenis serbuk yang berasal dari kayu keras dan tidak banyak mengandung minyak ataupun serbuk gergaji/kayu yang memiliki banyak minyak maupun getah dapat pula digunakan sebagai media dengan cara merendamnya lebih lama sebelum proses lebih lanjutBekatul atau Dedak ini digunakan sebagai bahan tambahan media tanam yang befungsi sebagai nutrisi dan sumber karbohidrat, karbon dan atau dedak padi juga mempunyai banyak kandungan vitamin B kompleks, merupakan bagian yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan miselium jamur serta berfungsi juga sebagai pemicu pertumbuhan tubuh bekatul, bahan tambahan untuk media tanam jamur tiram adalah kapur pertanian Kalsium Karbonat/CaCo3.Kalsium karbonat merupakan sumber calsium Ca, yang mengatur kemasaman pH media tumbuh jamur juga sebagai sumber mineral. Menggunakan kapur pertanian atau kalsium karbonat CaCO3.Unsur kalsium dan karbonat memperkaya mineral media tanam. Keduanya sangat diperlukan untuk pertumbuhan Budidaya Jamur tahu komposisi media tanam jamur tiram, tentu kita juga harus mempelajari teknik budidayanya. Apa yang dibutuhkan dan yang harus dilakukan untuk budidaya jamur tiram? Langkah-langkahnya sebagai berikutPembuatan KubungKubung adalah bangunan tempat menyimpan baglog sebagai media tumbuhnya jamur tiram yang terbuat dari bilik bambu atau tembok permanen. Di dalamnya tersusun rak-rak tempat media tumbuh/baglog jamur pembuatan kubung untuk menyimpan baglog sesuai dengan persyaratan tumbuh yang dikehendaki jamur. Rak dalam kubung disusun sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pemeliharan dan sirkulasi udara bisa disusun dengan vertikal, cocok untuk di tempatkan didaerah lebih kering. Sedangkan menyusun dengan horizontal cocok untuk daerah dengan kelembaban Baglog Jamur ini adalah langkah-langkah pembuatan baglog, sebagai berikut PengayakanPengayakan adalah kegiatan memisahkan atau menyaring serbuk kayu gergaji yang besar dan kecil/halus sehingga didapatkan serbuk kayu gergaji yang halus dan untuk mendapatkan media tanam yang memiliki kepadatan tertentu tanpa merusak kantong plastik baglog dan mendapatkan tingkat pertumbuhan miselia yang serbuk kayu gergaji dengan dedak, dan kapur sesuai takaran untuk mendapatkan komposisi media yang ini dilakukan agar menyediakan sumber nutrisi/hara yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan jamur tiram sampai siap dilakukan dengan komposisi serbuk gergaji 100 kg sebagai media tanam, dedak 15 kg sebagai sumber makanan tambahan bagi pertumbuhan jamur, dan kapur 2 kg untuk mendapatkan pH 6-7 media tanam sehingga memperlancar proses pertumbuhan bahan tadi diaduk dengan rata dan juga tambahkan air bersih hingga mencapai kadar air 60-65%. Bahan yang telah dicampur tadi bisa ditakar 1 hari, 3 hari, 7 hari atau langsung masukan kedalam yaitu kegiatan menimbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupnya secara rapat dengan menggunakan plastik selama 1 menguraikan senyawa-senayawa kompleks dengan bantuan mikroba agar diperoleh senyawa-senyawa yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah dicerna oleh jamur dan memungkinkan pertumbuhan jamur yang lebih Media ke kantung plastik BaglogProsedur pelaksanaan pengisian media kekantong plastik baglog yaitu campuran serbuk gergaji yang sudah dikompos dimasukan kedalam kantong plastik ukuran 18×30, 20×30, 23×35, tergantung campuran dipadatkan menggunakan botol atau alat plastik disatukan dan dipasang cincin dari potongan paralon/bambu pada bagian leher plastik sehingga bungkusan akan menyerupai baglog selesai dibungkus plastik, selanjutnya dilakukan sterilisasi atau perebusan. Tahap pembersihan atau sterilisasi yang penting harus benar-benar matang, supaya bakteri yang ada dalam baglog terbunuh. Jika baglog belum matang, maka akan terjadi yang dimasukan ke baglog nantinya akan mati terserang bakteri. Caranya yaitu siapkan tungku, kemudian drum ditaruh di atas tungku dan diisi air bersih sekitar 25 -30 dimasukkan ke dalam drum. Perebusan dilakukan selama 5-6 jam dengan suhu selesai tahap sterilisasi, baglog kemudian dikeluarkan dari drum kemudian mendinginkan sekitar 8-12 jam sebelum dilakukan inokulasi. Dalam mendiginkan baglog temperaturya adalah 35-400C atau pada suhu BibitInokulasi adalah proses pemindahan sejumlah kecil miselia jamur dari biakan induk kedalam media tanaman yang telah pelaksanaan inokulasi bibit dibutuhkan kebersihan yaitu dengan mencuci tangan dengan alkohol, dan menggunakan pakaian disterilkan menggunakan alkohol 70% dan dibakar. Sumbatan kapas baglog dibuka, buat sedikit lubang pada media tanam dengan menggunakan kayu yang steril yang jamur tiram miselia diambil ±1 satu sendok teh dan letakkan ke dalam bag log setelah itu sedikit ditekan. Selanjutnya media yang telah diisi bibit ditutup dengan kapas baglog yang telah dinokulasi di ruang dengan suhu 22-28º C untuk mempercepat pertumbuhan tahap inkubasi, jamur tiram harus diletakkan pada suhu ruang dengan rentang 22-280C. Kelembaban yang dibutuhkan yaitu 60-70%.Proses inkubasi ini berlangsung selama kurang lebih beberapa minggu sampai tumbu miselium ini telah muncul, tutup pada jamur dibuang dan biarkan terbuka. Jangan lupa semprot jamurnya setiap hari untuk menjaga satu bulan jamur ini akan mulai tumbuh dan besar untuk bisa Budidaya Jamur Tiram jamur tiram yang sudah siap dipanen adalah sebagai berikutTudung belum keritingWarna belum pudarSpora belum dilepaskanTekstur masih kokoh dan lenturHal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan adalahPanen dilakukan dengan mencabutTanpa menyisakan bagian jamurBersih dan tidak berceceranJamur dipanen setelah 3 hari muncul pinhead, ukuran jamur cukup dan juga jamur tidak terlalu lembab, hal tersebut akan berpengaruh terhadap harga pasarBaglog yang telah dipanen dibersihkan dari sisa-sisa jamur yang masih menempel pada baglog supaya tidak mengundang hama dan penyakitSekian yang dapat decyra sampaikan, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu yang ingin menanam jamur tiram untuk kepentingan usaha maupun kebutuhan kamu yang ingin tahu lebih jelasnya, bisa tonton video dibawah ini mencoba 🙂Terkait Cara menanam singkong hasil melimpahCara menanam pohon bidara agar tumbuh suburSumber Susilawati dan Budi Raharjo. 2010. PETUNJUK TEKNIS Jamur Tiram Pleourotus ostreatus var florida yang ramah lingkungan Materi Pelatihan Agribisnis bagi KMPH. BPTP Sumatera Nur Muhajirah Yunus, Siti Nurjannah, Anita Sari. 2018. Pertumbuhan dan Produktivitas Jamur Tiram Putih Pleurotus ostreatus pada Media Tanam Sabut Kelapa Sawit Elaeis guinensis dan Kulit Durian Durio zibethinus. Prosiding Seminar Nasional Megabiodiversitas Indonesia. Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin 2017. Pertumbuhan Jamur Tiram Putih Pleurotus Ostreatus pada Berbagai Komposisi Media Tanam Serbuk Gergaji Kayu dan Serbuk Sabut Kelapa Cocopeat. Skripsi. Uin Alauddin Makassar.
PanduanLengkap Cara Budidaya Jamur Kuping Dengan Serbuk Gergaji Bagi Pemula - Jamur kuping merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang dapat tumbuh dari sisa tumbuhan atau kayu yang lembab. Jamur kuping ini memiliki daun yang lebar menyerupai telinga manusia. Pemanenan jamur kuping dapat dilakukan setelah sekitar 5-6 minggu sejak Jamur kuping merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang dapat tumbuh dari sisa tumbuhan atau kayu yang lembab. Jamur kuping ini memiliki daun yang lebar menyerupai telinga manusia. Jamur kuping terdiri dari tiga jenis yaitu jamur kuping putih Tremella fuciformis, jamur kuping hitam Auricularia polytricha dan jamur kuping merah Auricularia auricula-judae. Dari ketiga jenis itu orang Indonesia biasanya mengkonsumsi jamur kuping hitam. Karena rasanya yang lezat dan tekstuyrnya yang lunak, jamur kuping biasanya digunakan sebagai bahan masakan seperti nasi goreng jamur, sup dan lain sebagainya. Jamur kuping memiliki banyak kandungan gizi seperti air, protein, lemak, karbohidrat, serat, abu, thiamine vit. B1, riboflavin vit. B2, niasin, biotin, vitamin C,K, P, Ca, Na, Mg, Cu dan lain sebagainya. Karena kandungan tersebut, jamur kuping memiliki banyak manfaat diantaranya untuk mengurangi penyakit panas dalam dan rasa sakit pada kulit akibat luka bakar. Lendir yang dihasilkan apabila jamur kuping dipanaskan berkhasiat sebagai penangkal menonaktifkan zat-zat racun yang terbawa dalam makanan,menghambat pertumbuhan karsinoma dan sarkoma sel kanker, sebagai zat anti koagulan mencegah dan menghambat proses penggumpalan darah. Selain khasiat tersebut, jamur kuping juga bermanfaat untuk mengatasi penyakit darah tinggi hipertensi, pengerasan pembuluh darah akibat penggumpalan darah, kekurangan darah anemia, mengobati penyakit wasir ambeien, dan memperlancar proses buang air besar. Karena manfaat dan khasiat jamur kuping yang begitu banyak, banyak orang melakukan budidaya jamur kuping ini. Budidaya jamur kuping dapat dibilang tidak terlalu susah karena media untuk tanam jamur kuping tersebut dapat berupa serbuk gergaji ataupun serpihan kayu, terlebih waktu pembibitan hingga masa panen sangat singkat namun harga jualnya tinggi sehingga cukup mumpuni untuk dijadikan prospek usaha. Nah kali ini kita akan membahas tentang cara budidaya jamur kuping dengan serbuk gergaji bagi pemula, berikut langkah-langkahnya Cara Budidaya Jamur Kuping Pemilihan Bibit Jamur Kuping Untuk mendapat produksi jamur yang berkualitas, pilihlah bibit yang berkualitas dan jelas asal usulnya. Bibit tersebut dapat anda dapatkan di toko-toko pertanian. Persiapan Media Tanam Jamur Kuping Media tanam yang perlu disiapkan yaitu berupa sebuk kayu yang telah melewati proses pengayakan sebanyak 85%-90%, bekatul sebanyak 10%-15%, kapur CaCO3 sebanyak 1%-3%, dan air secukupnya, semua bahan tersebut dicampur hingga diperoleh kadar air media sekitar 50%-70%. Fermentasi Media Tanam Jamur Kuping Proses fermentasi ibi bertujuan untuk memperoleh media tanam yang ideal untuk pertumbuhan jamur kuping. Fermentasi ini dilakukan dengan cara mendiamkan media tanam selama sekitar 3 hingga 5 hari dalam suhu sekitar 70-80 derajat celcius. Setelah itu lakukan pengembalian media tanam sekitar 2-3 hari hingga media tanam berubah warna menjadi cokelat kehitaman. Membuat Baglog Jamur Kuping Baglog dibuat untuk tempat tumbuh bibit jamur. Cara membuat baglog yaitu dengan cara memasukanmedi tanam yang telah disiapkan ke dalam kantong plastik berkapasitas 1 Kg dengan ukuran 30 x 20 cm dan ketebalan 0,5 mm hingga setinggi 20 cm. Setelah itu media tanam dipadatkan dengan menggunakan pengepres atau juda dengan dipukul-pukul. Jika sudah selanjutnya tutup mulut baglog dengan kapas dan pasang pula penutup baglog berupa plastik agar air tidak mudah masuk ke baglog. Tahapan Sterilisasi Dan Inokulasi Jamur Kuping Proses ini bertujuan agar media tanam terhindar dari mikroba berbahaya dengan cara menguapi media tanam,sehingga media terbebas dari kontaminasi pada di suhu 950-1200 °Celcius dengan waktu sekitar 6-8 jam. Baglog yang telah di sterilisasi didiamkan diruang inokulasi hingga suhunya kembali normal. Jika suhu di baglog telah kembalinormal selanjutnya lakukan proses inokulasi atau penanaman bibit jamur kuping dengan cara menyemprotkan kedua tangan dengan alkohol 70%, lalu panaskan stik besi atau kawat menggunakan api spiritus, dan dinginkan, semprot botol bibit dengan alkohol agar steril, dan buka tutup kapas baglog diatas api spiritus yang digunakan untuk mengurangi kontaminasi, lalu masukkan stik atau kawat ke dalam botol bibit, lalu lepaskan penutup baglog, dan masukkan bibit kedalam mulut baglog, goyangkan cincin agar bibit menyebar ke permukaan baglog, lalu tutup kembali baglog dengan menggunakan kapas. Tahapan Inkubasi Jamur Proses ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan miselium dengan cara menginkubasi baglog pada suhu sekitar 280-350°Celcius pada kelembaban sekitar 70%-80%. Inkubasi Jamur Kuping dilakukan setelah 4-8 minggu dengan ditandai pertumbuhan miselium warna putih yang telah memenuhi baglog, Jika hingga berumur 5 minggu tidak ada tanda pertumbuhan miselium berarti inokulasi gagal. Pemanenan Jamur Kuping Pemanenan jamur kuping dapat dilakukan setelah sekitar 5-6 minggu sejak diletakan baglog yang berisi bibit jamur kuping di rumah kumbung. Jamur Kuping dapat dipanen sebanyak 4-6 kali dengan cara mencabut Jamur Kuping hingga akar, karena akar yang tidak tercabut dapat mengganggu pertumbuhan jamur selanjutnya. Dikutip dari XucLlSr.
  • tfss6lyfdk.pages.dev/214
  • tfss6lyfdk.pages.dev/296
  • tfss6lyfdk.pages.dev/351
  • tfss6lyfdk.pages.dev/70
  • tfss6lyfdk.pages.dev/308
  • tfss6lyfdk.pages.dev/73
  • tfss6lyfdk.pages.dev/13
  • tfss6lyfdk.pages.dev/384
  • tfss6lyfdk.pages.dev/349
  • cara budidaya jamur dari serbuk kayu